Baru Dilaunching, Pesanan Pupuk NPK Phonska Plus Tembus 15.000 Ton

0
207 views
Press conpress peluncuran produk pupuk NPK Phonska Plus oleh PT Petrokimia Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Sejak dikuncurkan di Denpasar dan Yogyakarta pada November 2016 lalu, pupuk NPK Phonska Plus milik PT Petrokimia Gresik mendapat perhatian cukup tinggi dari distributor Petrokimia Gresik. Hingga saat ini, total pemesanan NPK Phonska Plus telah mencapai 15.000 ton dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pupuk NPK Phonska Plus ini diluncurkan secara resmi oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (PI) Aas Asikin Idat di gedung Sarana Olah Raga (SOR) Tri Dharma, Gresik, Kamis malam (5/1/2017).

NPK Phonska Plus merupakan produk pupuk komersial atau non-subsidi PG untuk sektor retail. Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi PI, Dirut PG Nugroho Christijanto bersama jajaran komisaris dan direksi PG, serta para karyawan PG.

Direktur Utama PG Nugroho Christijanto menyatakan, peluncuran NPK Phonska Plus merupakan jawaban atas hasil riset International Fertilizer Association (IFA) yang menyebutkan bahwa sebesar 50% kondisi lahan pertanian dunia mengalami defisiensi unsur hara mikro Zink (Zn) yang cukup signifikan. Peta defisiensi Zink menunjukkan bahwa Indonesia termasuk wilayah dengan defisiensi terparah.

Selain pada tanah, IFA juga menyebutkan bahwa 1/3 populasi dunia atau sekitar 2 miliar manusia juga mengalami defisiensi nutrisi Zink pada tubuh. Adapun kebutuhan nutrisi Zink pada manusia utamanya berasal dari asupan pangan. Karena itu, perlu adanya upaya penambahan unsur hara mikro Zink pada lahan pertanian.

“Oleh karena itu kami meluncurkan NPK Phonska Plus dengan menambahkan unsur hara mikro Zink didalamnya dan hal ini juga lah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi biasa,” ujar Dirut PG Nugroho Christijanto.

Dari segi fisik, lanjut Dirut PG Nugroho Christijanto, NPK Phonska Plus dikemas dalam kantong dengan berat bersih 25 kilogram, berbentuk granul, berwarna putih, dan bersifat higroskopis (mudah larut dalam air).

Dari segi kandungan, NPK Phonska Plus mengandung unsur hara makro lengkap seperti Nitrogen (N), Fosfor (P2O5), dan Kalium (K2O) dengan kadar masing-masing 15%. Selain itu juga terdapat unsur hara mikro seperti Sulfur (S) 9% dan Zink sebesar 2.000 part per million (ppm).

“Kami ingin menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Zink pada lahan pertanian, sekaligus menawarkan pupuk NPK non – subsidi dengan kualitas yang lebih baik namun tetap dengan harga terjangkau,” ucap Nugroho Christijanto.

Sebagai salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman, Zink bermanfaat dalam memaksimalkan penyerapan unsur hara makro N, P, dan K. Zink juga berfungsi mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji / buah, dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama / penyakit. Kekurangan Zink berdampak pada kekerdilan tanaman, daun mengecil, ketegaran tanaman berkurang, serta ukuran bulir / buah kecil.

Dari segi kualitas, NPK Phonska Plus telah melewati serangkaian uji aplikasi di sejumlah titik (Kediri, Tabanan, Lombok, Jember, dan Boyolali) bekerjasama dengan universitas dan Balai

Penelitian Tanaman Pertanian (BPTP). Uji aplikasi ini membandingkan penggunaan NPK Phonska Plus (NPKS+Zn) dengan NPK Phonska biasa (NPKS, tanpa Zink).

Uji aplikasi dilakukan dengan perlakuan dan dosis pemupukan yang sama pada komoditas padi, yaitu menggunakan formulasi 5:3:2 atau 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg NPK Phonska Plus, dan 200 kg Urea untuk per hektar sawah.

“Dari hasil uji aplikasi ini, NPK Phonska Plus terbukti mampu meningkatkan panen rata-rata 0,57 ton per hektar gabah kering panen atau 9% lebih besar jika dibandingkan dengan padi yang menggunakan pupuk NPK Phonska biasa tanpa Zink,” ujar Dirut PG Nugroho Christijanto.

Sedangkan pada tanaman jagung, uji aplikasi NPK Phonska Plus dilakukan di Jember, Jawa Timur, mampu meningkatkan hasil panen 8% atau 0,68 ton per hektar lebih besar dibandingkan dengan NPK Phonska (NPKS) biasa tanpa Zink.

Selain uji aplikasi, PG juga melakukan demonstration plot (demplot) padi sebanyak 772 demplot di 95 kabupaten (8 provinsi) selama 2015 – 2016. Tujuan demplot adalah untuk melihat konsistensi hasil uji aplikasi di lokasi lain dengan kondisi yang lebih beragam. Demplot membandingkan penggunaan pupuk NPK Phonska Plus (NPKS+Zn) dengan pemupukan kebiasaan petani setempat.

“Dari demplot ini kami dapatkan rata – rata peningkatan panen 0,85 ton gabah kering panen per hektar atau naik 12% jika dibanding hasil aplikasi pemupukan petani setempat,” ujar Dirut PG Nugroho Christijanto.

Oleh karena itu, untuk menjawab permasalahan defisiensi Zink pada lahan pertanian dan manusia, Dirut PG Nugroho Christijanto menyatakan bahwa pihaknya akan mulai gencar mengampanyekan pentingnya unsur hara mikro Zink, sekaligus menyosialisasikan manfaat dan keunggulan NPK Phonska Plus pada tahun ini.

“Kami akan sosiaisasikan kepada petani mengenai pentingnya Zink pada lahan pertanian dan manusia. Sehingga kita tidak sekedar fokus pada unsur hara makro saja, tetapi unsur hara mikro juga penting untuk diperhatikan,” ujar Dirut PG Nugroho Christijanto.

Dirut PG Nugroho Christijanto optimis dengan kehadiran NPK Phonska Plus. Pertama, karena besarnya potensi pasar pupuk NPK di Indonesia dengan rata – rata pertumbuhan kebutuhan mencapai 6,53% per tahun. Kedua, dalam dua tahun terakhir, alokasi pupuk NPK bersubsidi hanya sebesar 2,5 juta ton (Permentan 130/2014 dan Permentan 60/2015).

Sedangkan kebutuhan pupuk NPK untuk sektor pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat mencapai 6,6 juta ton per tahun (data Asosiasi Perusahaan Pupuk Indonesia). Adanya selisih atau gap inilah yang dimanfaatkan oleh PG dengan menyediakan pupuk NPK non – subsidi berkualitas dengan harga tetap terjangkau bagi petani.

Dirut PG Nugroho Christijanto percaya bahwa sebuah langkah besar berawal dari langkah kecil. Mengacu pada sejarah kesuksesan NPK Phonska pada tahun 2005, dimana saat itu kuantum pejualan hanya 200 ribu ton per tahun, kini kuantum penjualannya telah mencapai lebih dari 2 juta ton per tahun.

“Berawal dari langkah kecil namun konsisten, kami optimis NPK Phonska Plus akan menjadi market leader untuk pasar pupuk NPK non – subsidi,” tutup Dirut PG Nugroho Christijanto. (wan)