BUMD Harus Jadi Solusi Keuangan Daerah

0
625 views

BeritaGresik.com –  Badan usaha milik daerah (BUMD) sejatinya menjadi salah satu sumber penerimaan keuangan pemerintah daerah. BUMD sebagai wujud dari peran pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi daerah seharusnya menjadi solusi bagi keuangan daerah.

Namun, harapan itu sering jauh panggang dari api. BUMD pada kenyataannya, sering menjadi persoalan bagi pemerintah daerah. Alihalih menjadi sumber penerimaan, BUMD malah menjadi beban bagi keuangan daerah. Pertanyaannya, mengapa hal itu terjadi? Ada beberapa alasan untuk menjelaskan hal tersebut.

Pertama, pengelolaan BUMD tidak dilakukan secara profesional. Dalam banyak kasus, para direksi yang ditempatkan di sebuah BUMD tidak memiliki kapasitas memadai. Mereka ditempatkan hanya karena pertimbangan kedekatan dengan kepala daerah atau partai politik yang berkuasa di sebuah daerah.

Kedua, BUMD hanya menjadi ”sapi perah” para pejabat dan politisi daerah untuk kepentingan politiknya. BUMD sering kali sulit melakukan terobosan atau ekspansi bisnis karena dana yang dimilikinya diselewengkan untuk kepentingan tertentu. Ketiga, BUMD digerogoti korupsi. Tidak heran jika banyak pejabat daerah, termasuk direksi BUMD, terjerat kasus korupsi. Banyak di antara kasus itu yang melibatkan BUMD migas.

Hal ini bisa dimaklumi mengingat banyaknya dana yang berputar dalam BUMD migas. Di antara cerita miris pengelolaan BUMD (migas), ada beberapa kisah sukses yang diraih. Sebut saja, PT Petrogas Jatim Utama milik Provinsi Jawa Timur, PT Bina Bangun Wibawa Mukti Bekasi, milik Kabupaten Bekasi, dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan.

Selain itu, PT Bojonegoro Bangun Sarana, milik Kabupten Bojonegoro, dan PT Bumi Siak Pusako, milik Kabupaten Siak. Satu di antara BUMD migas yang memiliki kisah sukses dan menjadi kebanggaan pemerintahan daerah yaitu PT Gresik Migas, milik Pemerintah Kabupaten Gresik. Kiat sukses pengelolaan BUMD Gresik Migas ini bisa ditemukan dalam buku Bisnis BUMD Migas, Gresik Way , yang diterbitkan Energi Nusantara pada April 2015.

Buku ini sangat menarik karena ditulis oleh praktisi yang juga direktur utama PT Gresik Migas, Bukhari. Pengalaman dan sejumlah terobosan yang dilakukan Bukhari selama memimpin BUMD migas itu sejak 2010 dituangkan dalam buku setebal 156 halaman ini. [wan]