Pedagang Petasan Dadakan Bermunculan di Gresik

0
230 views
Pedagang petasan dan kembang api. (Foto: BG/Wan)
Pedagang petasan dan kembang api. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Memasuki bulan Suci Ramadhan 1437 H, pedagang petasan dan kembang api dadakan mulai bermunculan di Gresik. Mereka tak hanya berjualan di beberapa pasar tradisional, tapi juga di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan BeritaGresik.com, Rabu (8/6/2016), pedagang petasan tanpak ramai di pinggir jalan. Beberapa pedagang menjajakan dagangannya menggunakan gerobak, ada juga yang menggunakan motor yang dimodifikasi.

Pedagang petasan dan kembang api juga mulai menjamur di kawasan GKB Gresik. Petasan dan kembang api yang dijual para pedagang pun terdiri dari berbagai jenis ukuran, mulai dari daya ledak ringan hingga ukuran dan daya ledak besar.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Salah seorang pedagang petasan di kawasan pasar kota Gresik Hadi (28) mengatakan, dirinya hanya menjual petasan ketika puasa Ramadhan, lebaran dan tahun baru.

“Saya penjual musiman, tidak setiap hari berjualan. Hanya momen-momen tertentu saja berjualan,” katanya saat berbincang dengan reporter Berita Gresik.

Hadi mengaku sudah mengetahui larangan penjual petasan, tapi hal itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pedagang petasan lainnya, Feri mengaku sudah mulai menjual petasan semenjak sepekan terakhir. Pertimbangannya, banyak anak muda yang bermain petasan dan kembang api sebagai hiburan ketika sahur.

“Pembeli petasan ketika bulan puasa banyak, khususnya anak muda yang tanggung (SMP/SMA). Untungnya lumayan besar,” ungkapnya.

Petasan dijual dengan harga bervariatif, mulai Rp 3.000 hingga ratusan ribu, tergantung jenis dan ukuran. “Kami tau jual petasan dilarang, tapi kami tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang,” pungkasnya. (wan)