PKBM Harapan Bawean Gelar Pelatihan Bisnis Kue Kering

0
312 views

BeritaGresik.com – Lembaga PKBM Harapan Bawean menggelar pelatihan bisnis kue kering khas Bawean. Pelatihan ini digelar dalam rangka memperluas lapangan pekerjaan, khususnya di kalangan masyarakat Bawean, Gresik.

Ketua PKBM Harapan Bawean, Zurkani, mengungkapkan ada banyak potensi di Pulau Bawean yang bisa dikembangkan dalam rangka untuk memperluas lapangan pekerjaan. Salah satunya yakni mengembangkan bisnis kue kering khas Bawean.

“Ada beragam kue kering khas Bawean, yang selama ini cukup banyak diminati masyarakat luas, khususnya warga Bawean di luar negeri. Sayang, peluang bisnis ini belum dimaksimalkan,” kata Zurkani saat membuka pelatihan bertajuk “Bisnis Kue Kering Khas Bawean” di Desa Daun, Bawean, Gresik, Selasa (7/7).

Melalui pelatihan bisnis kue kering itu, Zurkani berharap nantinya para peserta yang terdiri atas kaum perempuan itu dapat berwirausaha secara mandiri. Dengan begitu, akan ada banyak tenaga kerja di Pulau Bawean yang bisa terserap tanpa harus bekerja menjadi TKI ke luar negeri.

“Jika dari 20 peserta ini ada 10 orang saja yang bisa berusaha secara mandiri, dan setiap usaha baru membutuhkan dua orang pekerja, maka hal ini akan menyerap setidaknya 20 orang tenaga kerja. Ini yang kita harapkan nantinya dari adanya pelatihan ini,” terangnya.

Zurkani juga menjelaskan, pelatihan kerja untuk masyarakat ini digelar atas kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI. Pelatihan ini diselenggarakan selama lima hari sejak 7 Juli hingga 11 Juli 2015. Pihaknya mengaku sudah menyiapkan sejumlah instruktur atau tenaga pelatih untuk memberi arahan dan bimbingan.

Salah seorang peserta Hamidah mengaku senang dengan adanya pelatihan bisnis kue kering khas Bawean. Selain dapat melestarikan makanan khas masyarakat Bawean, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuat dirinya berusaha secara mandiri.

“Selain menambah pengetahuan baru, pelatihan ini bisa membuka peluang kerja baru. Jika kami bisa berusaha mandiri di negara sendiri buat apa susah-susah pergi ke luar negeri. Resikonya juga besar karena harus jauh dari keluarga,” ucapnya. [as]