Amorea II Petrokimia Gresik Ditargetkan Beroperasi 2017

0
943 views
Proyek pembangunan fasilitas produksi Amonia Urea (Amorea) II PT Petrokimia Gresik. (Foto: BG/Wan)
Proyek pembangunan fasilitas produksi Amonia Urea (Amorea) II PT. Petrokimia Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Managemen PT Petrokimia Gresik optimistis proyek pembangunan fasilitas produksi Amoniak Urea (Amorea) II yang menelan dana sekitar USD 661 juta atau Rp 8 triliun itu akan selesai sesuai jadwal.

“Proyek Amoniak Urea II tetap on schedule. Kami minta doa agar bisa beroperasi tahun depan,” kata Direktur Teknik & Pengembangan PT Petrokimia Gresik, Arif Fauzan, Jumat (5/8/2016).

Meski progresnya baru 83%, menurut Arif saat ini kebutuhan gas proyek pembangunan Amoniak Urea II sudah ready. Sesuai MoU, gas yang dipakai sebagai bahan baku akan dipasok dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Pabrik Amoniak-Urea II yang dibangun rencananya akan memproduksi sebanyak 660 ribu metrik ton amoniak dan 570 ribu metrik ton urea per tahun.

“Bahan baku utamanya menggunakan gas 85 MMSCFD dengan teknologi untuk amoniak dari Kellog Brown and Root (AS) dan untuk urea dari Toyo Engineering Corp (Jepang),” ungkapnya.

Proyek pembangunan pabrik baru milik Petrokimia Gresik itu telah mulai dikerjakan sejak Februari 2014 yang lalu. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2017 yang akan datang.

Pembangunan proyek pabrik Amoniak-Urea II dianggap proyek strategis, karena menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Khususnya terkait pemenuhan kebutuhan pupuk nasional yang terus meningkat.

Saat ini, pabrik amoniak eksisting PG memiliki kapasitas produksi 445 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan PG mencapai 850 ribu ton per tahun.

Di sisi lain, kebutuhan pupuk urea di Jawa Timur saja mencapai 1 juta ton per tahun. Padahal, kapasitas produksi urea PG hanya 460 ribu ton per tahun. Lalu kekurangannya dipenuhi dari impor.

Keberadaan pabrik Amoniak-Urea II itu akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku pupuk atau intermediete product serta memperkuat struktur bisnis perusahaan. (wan)