PHE WMO Hentikan Pasokan Gas ke PT Gresik Migas

0
719 views
PT Gresik Migas (Foto: Wan)
PT Gresik Migas (Foto: Wan)

BeritaGresik.com – Terhitung sejak 1 Januari 2016, pengaliran gas dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) ke PT Gresik Migas (GM) berhenti total. Pasokan gas dihentikan hingga ada persetujuan dari Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Migas.

Direktur Utama PT GM Bukhori mengatakan, bahwa selama ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang bertugas melaksanakan pengelolahan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS) telah mengintruksikan kepada PHE WMO untuk tetap mengalirkan gas ke PT GM.

“Penghentian pasokan gas ini disebabkan karena belum terbitnya persetujuan atas permohonan PT GM untuk mengalirkan gas dengan skema eksisting. Sebagaimana notulen rapat PT GM bersama Ditjen Migas dan SKK Migas tanggal 30 Desember 2015. Sehingga konsumen eksisting PT GM menunda pengambilan gas hingga terbitnya persetujuan tersebut,” kata Bukhori, Selasa (5/1/2016).

Menurut dia, Persetujuan ini diperlukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2015. Dalam hal ini, PT GM selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Gresik harus menyalurkan gas kepada and user sejak diterbitkannya Permen tersebut pada 23 Oktober 2015.

Bukhori menambahkan, penghentian pasokan gas juga diakibatkan PHE WMO mengusulkan kenaikan harga gas hulu menjadi USD 8.00/MMBTU (per million British thermal units) dan kenaikan 3 persen per tahun di ORF PHE WMO dari sebelumnya USD 7.11/MMBTU.

“Sebagaimana dinyatakan pada notulen rapat PHE WMO dan PT GM untuk pengaliran gas tahun 2016 atau naik USD 0,89/MMBTU. Kenaikan yang sangat tinggi ini tentu sangat tinggi,” imbuhnya

Hal ini tentu sangat menyulitkan PT GM, karena sebagai Badan Usaha Niaga Gas Bumi di tengah situasi industri yang mengalami perlambatan daya beli dan ekpektasi yang besar dari konsumen gas, mereka justru menginginkan adanya penurunan harga gas sebagai respon paket kebijakan ekonomi pemerintah.

“Harga gas yang PT GM inginkan adalah USD 7.32/MMBTU. PT GM hanya mengenakan margin usaha untuk pengembalian investasi setoran PAD, Pajak, Zakat dan lain-lain sebesar USD 0.55/MMBTU,” ucapnya.

Sementara, harga jual gas dari PT PHE WMO saat ini terhitung sangat tinggi untuk wilayah niaga Gresik, Jawa Timur. “Bandingkan dengan harga gas Bumi Petronas Cari dan Gali dari Lapangan Bukit Tua yang wilayah kerjanya berdekatan dengan WMO dijual kepada BUMD Provinsi Jawa Timur , PT Petrogas Jatim Utama untuk yang akan dialirkan ke PJB Gresik hanya USD 5.5/MMBTU,” tuturnya.

Dengan adanya kendala ini, PT GM berharap dapat kembali menyalurkan gas bumi paling lambat 7 Januari 2015 setelah mendapatkan dukungan penyelesaian dari Menteri ESDM atau Dirjen Migas terhadap dua persoalan yang menjadi sebab terhentinya penyaluran gas PT GM.

“Rugi belum, mungkin keterlambatan pengaliran, seharusnya tanggal 1 sudah mengalir tetapi baru tanggal 7 bisa mengalir. Kekurangan selama 6 hari semoga bisa dikejar dalam hari-hari ini sampai selanjutnya hingga akhir tahun 2016,” pungkas Bukhori. (wan)