Kerusakan Jembatan Manyar Makin Parah

0
643 views

MANYAR, Berita Gresik.com – Kerusakan Jembatan Kali Manyar semakin parah. Penyebabnya diduga karena tingginya volume truk pengangkut galian C untuk urukan megaproyek Pelabuhan Kali Mireng yang melintas.

Pantauan lapangan, kerusakan dimaksud berupa pengelupasan aspal di kedua sisi jembatan. Pada sisi utara terdapat lubang. Selain itu, tingkat elastisitas jembatan saat dilalui truk cukup kuat. Akibatnya, jembatan yang melintas di atas Kali Manyar berpotensi ambruk.

“Biasanya kalau ada lubang, langsung ditambal aspal sehingga tidak kelihatan rusaknya. Padahal, konstruksinya sudah karatan dan rusak akibat terus dilalui truk galian C Kali Mireng,” ungkap M Junaidi, 38, warga Desa Banyuwangi, KecamatanManyaryangtiaphari melintasi jembatan itu, kemarin.

Kerusakan jembatan juga berakibat pada jalur lalu lintas Pantai Utara melambat. Hal itu diperparah volume truk muatan galian C yang cukup tinggi. Dalam sehari, diperkirakan truk yang keluar-masuk megaproyek Kali Mireng mencapai 500 unit lebih. Itu pun belum truk galian C yang melakukan urukan di Kawasan Industri Maspion (KIM).

Anggota Komisi C DPRD Gresik Noto Utomo mengatakan, pihaknya memang menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi Jembatan Manyar. Hal ini terjadi lantaran setelah berkali-kali diperbaiki, jembatan itu terus mengalami kerusakan. Penyebabnya akibat jumlah truk yang melintasi jembatan cukup tinggi.

“Perasaan baru tiga hari lalu ada perbaikan, tapi sudah rusak lagi. Ini kan aneh. Harusnya pemkab mengambil tindakan. Tidak bisa didiamkan saja,” kata politikus PDIP Dapil Manyar, Bungah, dan Sidayu itu. Ironisnya, dalam hal ini Pemkab Gresik lepas tangan, baik Dinas Perhubungan (Dishub) maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengaku bukan kewenangan mereka untuk mengatur lalu lintas truk galian C maupun perbaikan jembatan Manyar.

Kepala Dishub Gresik Andhy Hendro Wijaya mengatakan, kewenangannya hanya meminta truk pengangkut tidak mengotori jalan. “Kami tidak punya kewenangan mengatur maupun membatasi truktruk yang melintas di Jembatan Manyar. Itu kewenangan provinsi,” ujarnya.

Lain halnya dengan Kepala Dinas PU Gresik Bambang Isdianto. Menurut dia, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memperbaiki Jembatan Manyar. Kalau jalan itu jalan nasional, perawatan jembatan juga menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. [Sindo/ZR]