Semen Indonesia Manfaatkan Gas Buang Jadi Energi

0
607 views
Direktur Hukum dan SDM Semen Indonesia Gatot Kustyadji (dua dari kanan) memberikan paparan mengenahi upaya Semen Indoesia dalam melestarikan lingkungan di gedung DPR RI, Kamis (3/3/2016).
Direktur Hukum dan SDM Semen Indonesia Gatot Kustyadji (dua dari kanan) memberikan paparan mengenahi upaya Semen Indoesia dalam melestarikan lingkungan. Kamis (3/3/2016).

BeritaGresik.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil memanfaatkan panas gas buang dalam proses pembuatan semen menjadi energi listrik melalui proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Semen Indonesia Group adalah pioner dalam memanfaatkan panas gas buang menjadi energi. Pabrik Semen Padang sebagai salah satu anak usaha Perseroan telah berhasil membangun WHRPG di Indarung V dengan kapasitas 8,3 MW per tahun.

Hal itu berkontribusi dalam mengurangi emisi CO2 sebagai penyumbang gas rumah kaca sebesar 43.000 ton pr tahun. Pembangunan proyek WHRPG berlanjut di pabrik Tuban dengan kapasitas sekitar 30,6 MW atau menghemat biaya operasional sekitar Rp120 miliar per tahun

Demikian disampaikan oleh Direktur Hukum dan SDM Semen Indonesia Gatot Kustyadji dalam forum diskusi publik dengan tema “Harmonisasi Industri dan Lingkungan” yang digelar di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (3/3/2016).

“Pembangunan proyek WHRPG berlanjut di pabrik Tuban dengan kapasitas sekitar 30,6 MW. Ini akan menghemat biaya operasional sekitar Rp 120 miliar per tahun, serta berkontribusi dalam mengurangi emisi CO2 sekitar 122.000 ton per tahun,” terang Gatot.

Menurut dia, proyek WHRPG nantinya akan diterapkan di seluruh pabrik Semen Indonesia Group yang memiliki potensi untuk berkontribusi bagi pengurangan emisi CO2 lebih dari 300.000 ton setiap tahun,” ucapnya.

Dalam proses produksi, perseroan telah melakukan efisiensi dalam penggunaan berbagai sumber daya alam, termasuk penggunaan air yang mampu menekan pemakaian air sebesar 20,2%, serta memanfaatkan air permukaan atau air limbah domestik dan air hujan sebesar 72,5%.

Perusahaan juga mengedepankan prinsip 3R (Reuse, Reduce & Recycle) ke dalam proses produksi semen secara terkendali dan aman bagi lingkungan. Lebih dari itu, Perseroan menjadi solusi bagi pengolahan limbah B3 dari industri lain.

Untuk menghemat bahan baku alam dan turut mengurangi limbah B3 di Indonesia, Perseroan menggunakan fly ash cooper slag, paper sludge dan lainnya sebagai substitusi bahan baku dengan pengolaan secara co-processing.

Secara tidak langsung Perseroan turut memberikan kontribusi bagi implementasi kebijakan Pemerintah dalam pembangunan di Indonesia. Seperti proyek listrik 35.000 MW yang memiliki potensi menghasilkan limbah dalam bentuk fly ash dan bottom ash sekitar 7 juta ton.

Kapasitas pabrik Semen Indonesia Group di Indonesia yang mencapai 29 juta ton tentu akan berperan besar turut menyerap limbah fly ash tersebut untuk menggantikan bahan baku dari alam. (amn)