Berkas 2 Calon Belum Lengkap, Pilkada Gresik Berpotensi Diundur

0
855 views

BeritaGresik.com – Kelengkapan syarat pencalonan dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Gresik, yakni paslon Husnul Khuluq-Achmad Rubaie (Berkah) dan Ahmad Nurhamim-Junaidi (Arjuna) bakal menjadi penentu pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. KPU Gresik memberi waktu hingga 24 Oktober bagi kedua pasangan tersebut untuk melengkapi persyaratan, jika tidak KPU bakal mendiskualifikasi kedua paslon.

Ketua KPU Gresik Ahmad Roni mengatakan, pasangan Berkah belum memberikan surat pemberhentian resmi yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait dengan pengunduran dirinya sebagai PNS. Sedangkan Nurhamim belum memberikan surat pengunduran diri sebagai salah satu pejabat di lingkungan BUMD Migas Gresik yang dikeluarkan oleh Menkumham.

“Batasnya 60 hari atau terhitung sejak penetapan, jika keduanya tidak bisa melengkapi, keduanya kita nyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan. Karena itu adalah pesyaratan, wajib bagi calon dan ketentuannya sudah ada,” kata Roni, Rabu (2/9).

Jika diskualifikasi terjadi, pihak KPU belum bisa memastikan apakah Pilkada Gresik akan diundur pada 2017 atau ada opsi lain. Pihaknya hanya memastikan sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan yang ada.

“Kita tidak bisa memastikan apakah diundur 2017, atau ada opsi lain jika keduanya didiskualifikasi. Mudah-mudahan kekurangan keduanya segera selesai sebelum tanggal 24 Oktober sehingga tahapan pelaksanaan Pilkada berjalan baik,” ucapnya.

Belum lengkapnya persyaratan kedua pasangan diduga terkait dengan kepentingan politik tertentu. Sebab, ada asumsi politik jika Arjuna didiskualifikasi oleh KPU, maka Berkah juga akan mundur dari pencalonan dengan tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh KPU.

“Memang salah satu calon menghendaki pilkada diundur 2017, sehingga popularitas incumbent turun, karena ada jeda dua tahun. Dan Arjuna dianggap sebagai bonekanya incumbent, untuk mengantisipasi jika tidak ada calon yang mendaftar saat sebelum Berkah mendaftar ke KPU. Keduanya saat ini saling mengintip sampai pada 24 Oktober nanti, antara melengkapi berkas dan tidaknya,” ujar salah satu tim sukses paslon.

Namun, jika Arjuna maju terus maka Berkah juga akan melengkapi berkasnya sebelum 60 hari setelah penetapan. Sebab, jika Arjuna tetap melaju pada pilkada kali ini, maka suara Incumbent berpotensi terpecah, dan Berkah ada peluang untuk memenangkan Pilkada.

“Karena suara SQ bakal pecah karena Arjuna juga figur dari Golkar. Dan tidak mudah untuk menjelaskan di kalangan kalangan akar rumput soal Arjuna dan SQ adalah sama. Karena Nurhamim sendiri adalah figur kader-kader Golkar di bawah,” katanya.

Sementara itu, pihak Berkah melalui Siti Muafiyah Ketua DPC PDI yang mengusungnya menjelaskan, bahwa pengajuan pengunduran diri Khuluq masih dalam proses di BKN. “Masih dalam proses, dan Berkah tidak main-main karena dukungan dari elemen masyarakat sudah mengalir, dan saya yakin Berkah bakal menang,” terangnya. [wan]