Lestarikan Batik Gresik dengan Ekonomi Kreatif

0
142 views
Kris Aji, seniman yang juga penggagas pameran ekonomi kreatif di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Batik merupakan salah satu warisan kebudayaan asli Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki ciri khas batik masing-masing, termasuk Gresik. Bahkan, usia batik di Kota Pudak diyakini tidak kalah tua dibandingkan kota lainnya.

Untuk itu, seniman Gresik Kris Aji bersama sejumlah pelaku ekonomi kreatif di wilayah kabupaten Gresik menggagas pameran. Kegiatan yang didukung Pemkab Gresik ini dilakukan agar para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pudak bisa menjadi lebih kreatif.

”Selain berkarya kreatif juga bisa memasarkan secara kreatif. Banyak peluang misalnya memanfaatkan online. Mereka tidak usah membuka toko atau galery” kata Kris di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik pada Sabtu malam (1/4/2017).

Setelah menjelaskan panjang lebar tentang kegiatan pameran ekonomi kreatif, seniman yang juga penggagas kegiatan pameran ekonomi kreatif di WEP Gresik masih belum beranjak dari panggung. Dibantu beberapa asisten, dua bingkai kanvas dihadirkan bersama beberapa cat warna warni dan beberapa kuas.

Mula-mula seluruh lampu gedung WEP dimatikan, hanya lampu yang menyorot ke bingkai lukisan itu saja yang terang. lalu beberapa orang dipanggil pelukis. Mereka masing-masing siap memegang kuas. Di hadapannya terdapat dua bingkai kain kanvas berukuran masing-masing 1X2 dan beberapa wadah cat lukis warna-warni.

Kanvas lukis itu tanpak membelakangi kursi undangan yang hadir. Praktis para penonton hanya bisa menyaksikan seperti melihat wayang kulit dari balik layar.

Rupanya orang-orang yang diundang ke panggung tersebut sudah paham apa yang harus mereka lakukan. Tanpa di komando sang pelukis, masing-masing orang mencelupkan kuasnya pada cat dengan warna yang disukainya. Meski ada semacam bayangan sket di kanvas tersebut, namun mereka asal saja memoleskan kuasnya. Ada yang dibawah, ada yang ditengah dan di pojok kiri atas.

Selanjutnya, Kris Aji melanjutkan polesan tak beraturan tersebut. Diambilnya dua kuas besar dengan mencelupkan ke wadah cat terlebih dahulu. Dengan cepat pelukis memoleskan ke kanvas. Dilihat sepintas, dia mengoleskan asa saja. Bahkan dengan gerakan kecepatan tinggi, dia tampak atraktif seperti gerakan pendekar silat.

Tak seberapa lama, polesan yang awalnya seperti lukisan abstrak itu membentuk suatu pemandangan di dalam laut. Tampak ada ikan, karang dan kapal karam. Tak kurang dari 30 menit, dua bingkai kanvas tersebut sudah menjadi lukisan yang indah. “Ini adalah batik painting” ujar Kris Aji.

Dia menyatakan, ketertarikannya membuat batik painting ini karena ingin melestarikan batik di Gresik. “Gresik itu merupakan salah satu kota yang punya sejarah batik tertua. Mungkin usia batik Gresik lebih tua dari kota-kota batik yang lain. Ini dibuktikan dengan adanya peninggalan Hotel Batik dan TK Batik yang sampai saat ini ada,” jelasnya.

Selain pameran ekonomi kratif, kegiatan yang banyak menarik perhatian ini adalah hadirnya beberapa pemandu pameran yang mengenakan busana karnaval. Tampak beberapa orang undangan dan penonton yang memanfaatkan kesempatan itu berfoto selfie.

Kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Gresik serta berbagai pihak itu juga mendapat perhatian dari Universitas Brawijaya Malang yang beberapa mahasiswanya hadir ke Gresik. (sdm)